*


Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.

Messages - wins

Pages: [1]
1) Café Lounge / Re: Kenapa Kopi Begitu Populer di Seluruh Dunia?
« on: November 14, 2018, 04:30:49 PM »
Quote
Yess, we can’t buy a happiness, but we can buy a cup of coffee


2) Café Lounge / Re: Budaya Ngopi
« on: November 12, 2018, 03:40:08 PM »

Seperti halnya kebanyakan budaya, budaya ngopi tidaklah berbeda. Sekelompok orang yang disatukan oleh kepentingan bersama. Tempat apa yang lebih baik daripada sebuah cafe atau kedai kopi? Di sana selalu ada obrolan hangat, dan segudang aktivitas bersama. Pada awalnya, cafe atau kedai kopi lebih sebagai tempat pertemuan artis-artis populer, tapi sekarang tempat tersebut semakin menarik dan terbuka bagi lebih banyak kalangan, mulai dari pengusaha, ibu rumah tangga, hingga anak-anak muda. Sejalan dengan itu, trend menjadi barista mulai merebak, berbagai sekolah barista mulai didirikan menarik pecinta kopi dan tenaga-tenaga kreatif baru.


Bener banget..

Sekarang industri kopi di seluruh dunia kita mengalami apa yang kita sebut "Gelombang ketiga"

"Gelombang pertama" adalah era dimana orang-orang tua kita dulu minum kopi, yaitu kebanyakan kopi instan sacetan atau kopi blend dengan roasting dark roasted dan giling halus, diseduh dengan mesin rumahan. Budaya ngopi biasanya hanya hidup di daerah tertentu (kaya di aceh dan daerah2 penghasil kopi lainnya)

Lalu gelombang kedua adalah era starbuck, era dimana para individu kopi berevolusi. Orang-orang di berbagai belahan dunia jadi lebih sadar tentang kopi apa yang mereka minum dan tren minuman berbasis espresso seperti latte dan cappuccino dimulai.

Nah, sekarang ini kita bisa dibilang masuk ke "gelombang ketiga" di mana orang-orang dalam kopi menjadi lebih sadar akan kualitas kopi yang mereka beli. Beberapa pelaku industri kopi membangun jaringan perdagangan langsung dengan petani sehingga mereka berkontribusi untuk meningkatkan metode pertanian, mengekspor dll.

Biji kopi dipanggang dengan presisi, dan banyak perawatan yang dilakukan dalam menyiapkan minuman berbasis espresso dan filter. Seiring dengan ini, konsumen juga sadar akan kualitas kopi di kafe. Konsumen tahu apa yang mereka inginkan ketika membeli kopi, lebih dari sebelumnya. Dan mereka juga jauh lebih terdidik. Karena itu hari ini kita bisa menemukan lebih banyak cafe dan lebih banyak konsumen mengunjungi cafe sehingga budaya ngopi semakin tumbuh. Lebih besar dari sebelumnya.


3) Barista Corner / [Share] Cerita Seorang Barista
« on: November 12, 2018, 03:08:13 PM »
Awal mula mengenal kopi
Gw baca sebuah tulisan di koran lokal tentang kopi jelek yang disajikan di kota gw, sekitar 5 tahun yang lalu. Abis baca, gw mulai nyicipin kopi yang berbeda, mencoba cari tahu seberapa baik secangkir kopi 'beneran'. Ini akhirnya menuntun gw ke sebuah sekolah barista di mana gw belajar buat jadi seorang barista di tahun 2013. Gw kerja paruh waktu di sebuah roaster sampai gw nyelesaiin studi pada pertengahan 2014. Lalu gw mulai bekerja penuh waktu di sini pada akhir 2014.

Buat gw, pekerjaan seorang barista itu sangat menarik, ga ada kata membosankan. Meskipun setiap hari berurusan dengan kopi, dan yang keliatan dari luar (orang lain) hanyalah pekerjaan menuang kopi hari demi hari. Padahal sebenernya jauh dari itu, karena di sini kita pake kopi yang berbeda setiap beberapa hari, sehingga ada beberapa rasa yang terlibat, cuaca yang juga berubah setiap saat, serta pengunjung cafe yang juga selalu berbeda, sehingga kita ngadepin tantangan yang berbeda setiap hari.

Inspirasi
Gw nemuin inspirasi dari ngelihat semua orang yang terlibat dalam siklus kopi. Dari petani, pembeli greenbean, roaster, barista dan akhirnya konsumen. Untuk tahu bahwa gw berperan dalam proses ini memberi gw inspirasi buat selalu mencoba yang terbaik dalam menyajikan secangkir kopi. Demi keadilan bagi mereka yang telah memainkan peran mereka dengan baik pula di hadapan saya.

Gw suka membuat semua jenis kopi. Gw ga bisa bilang kalo gw ga suka membuat kopi jenis tertentu. Tapi kadang gw ngerasa agak gimana gitu kalo ada pelanggan yang pesen kopi yang ga biasa, yang justru mengurangi rasa kopinya, Misalnya cappucino degan ekstra susu kedelai yang benar-benar membayangi rasa kopi.

Tapi apapun pilihannya, pada akhirnya gw sadar, kalo kopi sifatnya subyektif dan gw ga bisa maksa seseorang utk menyukai jenis kopi yang mana, gw cuma bisa ngasih saran dan semoga memandu mereka.

Hari ini, gw pikir kualitas telah menjadi "sesuatu yang baru" dalam industri kopi. Semakin banyak cafe yang berusaha menghasilkan kopi yang lebih baik, yang bikin kita menjadi sangat kompetitif dalam hal kualitas. Itu hal yang baik karena mendorong industri ke arah yang positif.

Semakin banyak kafe juga mulai menggunakan metode pembuatan alternatif untuk membuat kopi, seperti aeropress dan v60. Ini paling baik dinikmati tanpa gula hitam untuk memastikan bahwa gangguan dan karakteristik kopi dapat diambil.

Segitu dulu dari gw bro, next kita sambung lagi

Pages: [1]