*


Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

Recent Posts

Pages: [1] 2
1
Café Lounge / Re: Kenapa Kopi Begitu Populer di Seluruh Dunia?
« Last post by wins on November 14, 2018, 04:30:49 PM »
Quote
Yess, we can’t buy a happiness, but we can buy a cup of coffee

2
Café Lounge / Re: Bolehkah minum kopi selama hamil?
« Last post by seduh.id on November 14, 2018, 03:35:18 PM »

Tapiii..tentu saja, tetep perlu konsultasi sama dokter buat dapetin petunjuk khusus sesuai riwayat medis dan kebutuhan pribadi masing-masing selama kehamilan.

Ini yang perlu ditekankan..
Karena kondisi tiap orang beda-beda, ada yang tetep kebal meski minum kopi banyak, ada yang sensitif, biarpun cuma seteguk efeknya langsung berasa. Kalo yang model ky gini mendungan jangan berani berani, yang penting emak & bayinya sehat, aman sentosa  ;)

3
Café Lounge / Bolehkah minum kopi selama hamil?
« Last post by juragan.kopi on November 14, 2018, 03:08:22 PM »

Buat para emak dan calon emak, ini artikel seputar kalian, khususnya yang demen kopi dan lagi hamil (atau mau hamil). Ya, kehamilan emang saat-saat yang menyenangkan, masa buat siap-siap menyambut kedatangan si kecil. Tapi, kadang kehamilan juga dianggep sebagai waktu yang menyiksa, karena jadi banyak makanan atau minuman yang dipantang, makan ini ga boleh, minum itu jangan. Banyak calon emak yang kadang mengeluh mesti ngerelain makanan/minuman favoritnya ga bisa disentuh selama hamil, termasuk kopi.

Nah, tapi jangan kawatir, study terbaru dari pakar medis belakangan ini menyimpulkan bahwa kopi tidak membahayakan kehamilan, bahkan ada manfaatnya. Tapi berita-berita itu juga ga bisa langsung dipercaya begitu saja kan...? Kalo emang boleh minum kopi selama hamil, berapa banyak maksimal kopi yang boleh diminum per hari..? Dannn...


Apakah Aman Minum Kopi Saat Trimester Pertama dan Setelahnya?

Quote
Menurut ahli medis, empat bulan pertama kehamilan adalah waktu paling penting untuk memantau apa yang Anda makan dan minum, terutama asupan kafein Anda. Untuk calon ibu yang baru, ini bisa menimbulkan ketakutan di hati kebanyakan wanita. Bagaimana jika Anda minum terlalu banyak kopi? Bagaimana jika Anda tanpa sadar membahayakan bayi Anda hanya karena Anda ingin minum secangkir kopi? Ya, ini semua adalah masalah yang valid, tapi...

Hamil bukanlah sebuah penyakit, dan pantangan apapun (termasuk minum kopi) selama hamil tidak selalu menjadi pilihan terbaik

Hamil bukanlah alasan untuk ngilangin kebiasaan yang menyenangkan dan baik dalam hdup. Hanya karena minum kopi (dalam jumlah yang wajar) saat hamil bisa terjadi sesuatu yang buruk terhadap janin. Nah, biar lebih tenang, mari kita simak beberapa sumber di bawah ini:



Quote
Babycenter.com: Menurut situs ini, sebuah studi pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa wanita yang minum 200 mg atau lebih kafein setiap hari memiliki risiko keguguran dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsinya. Meskipun demikian, sejumlah penelitian lain tidak menemukan kaitan yang sama antara konsumsi kafein dan keguguran. BabyCenter juga menyinggung studi Denmark yang mengungkapkan peningkatan risiko kelahiran mati oleh lebih dari 50% untuk wanita yang mengkonsumsi 8 atau lebih cangkir kopi sehari. Namun, kebanyakan peminum kopi moderat akan setuju bahwa 8 cangkir kopi sehari berlebihan, apakah Anda hamil atau tidak.

Reuters Health: American College of Obstetricians and Gynecologists memastikan bahwa secangkir kopi sehari selama kehamilan tidak mungkin meningkatkan risiko kelahiran prematur atau keguguran. Ini adalah jawaban akhir yang diberikan untuk banyak studi yang bertentangan yang memperdebatkan bagaimana konsumsi kafein dapat menyebabkan komplikasi kehamilan potensial. Rekomendasi dasar dari College’s Committee on Obstetric Practice, 200 mg kafein per hari (kira-kira secangkir atau 12 ons), tapi jumah itu juga mesti ngitung lagi dengan sumber asupan kafein lainnya, misalnya soda dan teh berkafein.

American Academy of Pediatrics: Konsumsi kafein selama kehamilan tidak akan memengaruhi pola perilaku anak di kemudian hari dalam kehidupan. Minum secangkir kopi saat hamil dapat membantu anda untuk menjadi gembira dan melawan kelelahan kehamilan, tetapi itu tidak akan menyebabkan hiperaktif pada anak Anda saat mereka tumbuh dewasa.

TheAsianParent.com: Tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk minum kopi. Namun, ada batas tertentu untuk asupan kopi dalam sehari, sebaiknya (maksimal) hanya dua cangkir sehari. Kopi apapun tak masalah, yang penting tidak melebihi ambang batas, yang bisa membuat pola makan ibu terganggu dan masalah pencernaan.

Soo...dari semua penelitian di atas, intinya tetep perlu ukuran atau batasan seberapa banyak kafein yang bisa dinikmati selama kehamilan. Menurut American Pregnancy Association, wanita hamil tidak perlu berpantang sama sekali dari kafein, kecuali berdasarkan pertimbangan pribadi. Rekomendasi dari para ahli sendiri untuk mengkonsumsi minum kafein, yaitu antara 150 mg sampai 300 mg sehari, ga membawa efek samping negatif pada bayi yang belum lahir.

Tapiii..tentu saja, tetep perlu konsultasi sama dokter buat dapetin petunjuk khusus sesuai riwayat medis dan kebutuhan pribadi masing-masing selama kehamilan.
4
Café Lounge / Kenapa Kopi Begitu Populer di Seluruh Dunia?
« Last post by seduh.id on November 14, 2018, 01:37:53 PM »
Kopi adalah salah satu hal yang telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan selalu ada di sekitar kita. Kopi telah menjadi bagian dari setiap hari seperti menggosok gigi. Orang-orang menikmati kopi di seluruh dunia dari pagi sampai malam dan telah menjadi salah satu hal paling populer di dunia. Mengapa kopi begitu populer? Kita mungkin berpikir itu seperti pertanyaan sederhana, dan jawabannya adalah, ya memang begitu. Tetapi mengapa kopi begitu populer?



Yah, ada banyak alasan untuk ini sebenarnya. Selain kopi adalah salah satu hal yang merupakan bagian normal dari pagi manusia yang tak ada habisnya, kopi juga memberikan kenyamanan.

Kebanyakan orang memilih minum kopinya di pagi hari, sementara sebagian yang lain memilih untuk minum kopi di siang atau sore hari (ada juga bahkan yang minum kopi di waktu pagi dan lalu minum lagi di siang hari). Bagi sebagian yang lain, kopi di sore atau malam hari terasa lebih nyaman dan merupakan bagian dari aktivitas relaksasi rutin setelah makan malam.

Bagaimanapun, kopi lebih dari sekadar minuman pagi atau malam. Kopi untuk beberapa waktu terakhir ini telah menjadi sesuatu yang dinikmati orang-orang dan itulah mengapa ada begitu banyak kedai kopi di seluruh dunia yang menjadi begitu populer. Di lingkungan sekitar kita, bahkan bisa ada kedai kopi atau cafe di setiap blok dan terkadang ada lebih dari satu di jalan yang sama. Demikian populernya kopi saat ini. Orang-orang menikmati pertemuan untuk minum kopi sekarang sama seperti "happy hour" yang populer beberapa waktu lalu.

Alasan lain untuk popularitas kopi adalah bahwa kopi adalah sesuatu yang dapat dinikmati oleh hampir semua orang. Ini bukan barang mahal atau sesuatu yang hanya bisa dinikmati oleh individu terpilih. Kopi adalah kesenangan sederhana yang dapat dinikmati oleh siapa pun dan kita bisa membawa teman dan keluarga untuk ngobrol bersama menikmati secangkir kopi di sebuah cafe.

Karena kopi sekarang dinikmati oleh begitu banyak rentang usia yang berbeda dan kelompok masyarakat yang berbeda, sekarang ada begitu banyak gaya, rasa, dan kopi yang berbeda. Bahkan restoran cepat saji telah bergabung untuk menyediakan minuman kopi populer yang disukai semua orang.
5
Café Lounge / Re: Budaya Ngopi
« Last post by wijayantokw on November 12, 2018, 03:46:57 PM »

Kalo favorit saya adalah cappuccino, yang dibuat dengan biji kopi kualitas terbaik, dan penuh di atas cangkir dengan busa. Gimana dengan kalian..? ayo share di sini

V60 om..
Arabica bali kintamani, medium roast ☕️🤤
 :-[
6
Café Lounge / Re: Budaya Ngopi
« Last post by wins on November 12, 2018, 03:40:08 PM »

Seperti halnya kebanyakan budaya, budaya ngopi tidaklah berbeda. Sekelompok orang yang disatukan oleh kepentingan bersama. Tempat apa yang lebih baik daripada sebuah cafe atau kedai kopi? Di sana selalu ada obrolan hangat, dan segudang aktivitas bersama. Pada awalnya, cafe atau kedai kopi lebih sebagai tempat pertemuan artis-artis populer, tapi sekarang tempat tersebut semakin menarik dan terbuka bagi lebih banyak kalangan, mulai dari pengusaha, ibu rumah tangga, hingga anak-anak muda. Sejalan dengan itu, trend menjadi barista mulai merebak, berbagai sekolah barista mulai didirikan menarik pecinta kopi dan tenaga-tenaga kreatif baru.


Bener banget..

Sekarang industri kopi di seluruh dunia kita mengalami apa yang kita sebut "Gelombang ketiga"

"Gelombang pertama" adalah era dimana orang-orang tua kita dulu minum kopi, yaitu kebanyakan kopi instan sacetan atau kopi blend dengan roasting dark roasted dan giling halus, diseduh dengan mesin rumahan. Budaya ngopi biasanya hanya hidup di daerah tertentu (kaya di aceh dan daerah2 penghasil kopi lainnya)

Lalu gelombang kedua adalah era starbuck, era dimana para individu kopi berevolusi. Orang-orang di berbagai belahan dunia jadi lebih sadar tentang kopi apa yang mereka minum dan tren minuman berbasis espresso seperti latte dan cappuccino dimulai.

Nah, sekarang ini kita bisa dibilang masuk ke "gelombang ketiga" di mana orang-orang dalam kopi menjadi lebih sadar akan kualitas kopi yang mereka beli. Beberapa pelaku industri kopi membangun jaringan perdagangan langsung dengan petani sehingga mereka berkontribusi untuk meningkatkan metode pertanian, mengekspor dll.

Biji kopi dipanggang dengan presisi, dan banyak perawatan yang dilakukan dalam menyiapkan minuman berbasis espresso dan filter. Seiring dengan ini, konsumen juga sadar akan kualitas kopi di kafe. Konsumen tahu apa yang mereka inginkan ketika membeli kopi, lebih dari sebelumnya. Dan mereka juga jauh lebih terdidik. Karena itu hari ini kita bisa menemukan lebih banyak cafe dan lebih banyak konsumen mengunjungi cafe sehingga budaya ngopi semakin tumbuh. Lebih besar dari sebelumnya.

7
Barista Corner / [Share] Cerita Seorang Barista
« Last post by wins on November 12, 2018, 03:08:13 PM »
Awal mula mengenal kopi
Gw baca sebuah tulisan di koran lokal tentang kopi jelek yang disajikan di kota gw, sekitar 5 tahun yang lalu. Abis baca, gw mulai nyicipin kopi yang berbeda, mencoba cari tahu seberapa baik secangkir kopi 'beneran'. Ini akhirnya menuntun gw ke sebuah sekolah barista di mana gw belajar buat jadi seorang barista di tahun 2013. Gw kerja paruh waktu di sebuah roaster sampai gw nyelesaiin studi pada pertengahan 2014. Lalu gw mulai bekerja penuh waktu di sini pada akhir 2014.

Buat gw, pekerjaan seorang barista itu sangat menarik, ga ada kata membosankan. Meskipun setiap hari berurusan dengan kopi, dan yang keliatan dari luar (orang lain) hanyalah pekerjaan menuang kopi hari demi hari. Padahal sebenernya jauh dari itu, karena di sini kita pake kopi yang berbeda setiap beberapa hari, sehingga ada beberapa rasa yang terlibat, cuaca yang juga berubah setiap saat, serta pengunjung cafe yang juga selalu berbeda, sehingga kita ngadepin tantangan yang berbeda setiap hari.

Inspirasi
Gw nemuin inspirasi dari ngelihat semua orang yang terlibat dalam siklus kopi. Dari petani, pembeli greenbean, roaster, barista dan akhirnya konsumen. Untuk tahu bahwa gw berperan dalam proses ini memberi gw inspirasi buat selalu mencoba yang terbaik dalam menyajikan secangkir kopi. Demi keadilan bagi mereka yang telah memainkan peran mereka dengan baik pula di hadapan saya.

Gw suka membuat semua jenis kopi. Gw ga bisa bilang kalo gw ga suka membuat kopi jenis tertentu. Tapi kadang gw ngerasa agak gimana gitu kalo ada pelanggan yang pesen kopi yang ga biasa, yang justru mengurangi rasa kopinya, Misalnya cappucino degan ekstra susu kedelai yang benar-benar membayangi rasa kopi.

Tapi apapun pilihannya, pada akhirnya gw sadar, kalo kopi sifatnya subyektif dan gw ga bisa maksa seseorang utk menyukai jenis kopi yang mana, gw cuma bisa ngasih saran dan semoga memandu mereka.

Hari ini, gw pikir kualitas telah menjadi "sesuatu yang baru" dalam industri kopi. Semakin banyak cafe yang berusaha menghasilkan kopi yang lebih baik, yang bikin kita menjadi sangat kompetitif dalam hal kualitas. Itu hal yang baik karena mendorong industri ke arah yang positif.

Semakin banyak kafe juga mulai menggunakan metode pembuatan alternatif untuk membuat kopi, seperti aeropress dan v60. Ini paling baik dinikmati tanpa gula hitam untuk memastikan bahwa gangguan dan karakteristik kopi dapat diambil.

Segitu dulu dari gw bro, next kita sambung lagi
8
Café Lounge / Re: Budaya Ngopi
« Last post by seduh.id on November 12, 2018, 02:40:01 PM »
 :) :) :)
Mantap om..
9
Café Lounge / Budaya Ngopi
« Last post by Administrator on November 12, 2018, 02:37:24 PM »

Seperti halnya kebanyakan budaya, budaya ngopi tidaklah berbeda. Sekelompok orang yang disatukan oleh kepentingan bersama. Tempat apa yang lebih baik daripada sebuah cafe atau kedai kopi? Di sana selalu ada obrolan hangat, dan segudang aktivitas bersama. Pada awalnya, cafe atau kedai kopi lebih sebagai tempat pertemuan artis-artis populer, tapi sekarang tempat tersebut semakin menarik dan terbuka bagi lebih banyak kalangan, mulai dari pengusaha, ibu rumah tangga, hingga anak-anak muda. Sejalan dengan itu, trend menjadi barista mulai merebak, berbagai sekolah barista mulai didirikan menarik pecinta kopi dan tenaga-tenaga kreatif baru.

Hari-hari ini di mana pun kita berada, atau apapun yang kita lakukan, kopi tampaknya memanggil kita, ya budaya ngopi!

Kebanyakan orang memiliki alat pembuat kopi, dan ada toko yang khusus menjual kopi saja. Kita begitu dimanjakan oleh pilihan, hingga kadang sulit mengetahui mana kopi untuk diminum, kapan, di mana dan mengapa?

Berbagai sekolah barista memberikan banyak informasi tentang semua biji kopi yang berbeda, dan bagaimana memilih di antara mereka.

Berkembangnya budaya ngopi semakin menggeser trend kopi kemasan, lewatlah sudah hari-hari ketika kita hanya memiliki pilihan antara espresso dan cappuccino. Hari ini kita memiliki berbagai cara untuk minum kopi:

- Latte: Kopi dicampur dengan busa susu berbusa.
- Americano: Dibuat dengan menambahkan air panas ke cangkir dengan kopi espresso di dalamnya.
- Iced Coffee: Kopi dingin dengan sesendok es krim vanila.
- Cappuccino: Secangkir kopi tertutup lapisan busa susu berbusa.
- Skinny Cappuccino: Sama seperti cappuccino, tetapi dibuat dengan susu bebas lemak.
- Flat White: Secangkir kopi dengan susu.
- Espresso: Sangat kuat, dan padat, dengan "crema" (busa kopi di bagian atas). Oleh karena itu, kafe crema adalah nama alternatif untuk espresso Italia.
- Macchiato: Secangkir susu berbusa, diisi dengan kopi espresso.
- Moccachino: Cafe latte dengan cokelat ditambahkan ke dalamnya.
- Frappe. Kopi dengan es, disajikan hitam atau putih.

Dan untuk membuat kopi lebih menarik, banyak negara di seluruh dunia memiliki kopi spesial mereka sendiri, seperti:

Caffe Au Lait: Prancis
Telur Kopi: Vietnam
Kopi Turki: Turki
Café Bombon: Spanyol
Café Cubana: Kuba
Wiener: Wina
Palazzo: USA
Caffe De Ola: Meksiko

Kalo favorit saya adalah cappuccino, yang dibuat dengan biji kopi kualitas terbaik, dan penuh di atas cangkir dengan busa. Gimana dengan kalian..? ayo share di sini
10
Review Café / Praketa Kopi Purwokerto
« Last post by wijayantokw on November 07, 2018, 07:09:35 PM »
Mumpung masih sepi, mau kasih reviu tentang salah satu cafe yang ada di kota kelahiran ane bro: kota purwokerto
Namanya:  Praketa Kopi


Praketa Kopi ini lokasinya strategis banget, di deket kampus unsoed, kebetulan waktu itu ane lagi pulang kampung, muter2 boncengan sama istri, lalu ketemulah sama kafe ini. Buat kalian yang kebetulan lagi di purwokerto bisa search alamatnya di gugel, lokasinya di sebrang kantor pusat unsoed.

Soal rasa, waktu itu ane cobain kopi lokal (kalo ga salah dari dieng), dengan metode V60, rasanya fruity, ga kalah sama cafe-cafe di Jakarta, dannn...untuk harganya.....super murah   :)
Ane ber2 abisnya ga sampe 50ribu perak, udah dapet kopi 2, dan singkong goreng gurih gurih nyooiii...


Penilaian ane:
Lokasi: 8/10
Rasa: 8/10
Harga: 9/10


Pages: [1] 2