*


Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length

Budaya Ngopi 14

Administrator Pengamat Kopi Posts: 2 *****
Budaya Ngopi
« on: November 12, 2018, 02:37:24 PM »

Seperti halnya kebanyakan budaya, budaya ngopi tidaklah berbeda. Sekelompok orang yang disatukan oleh kepentingan bersama. Tempat apa yang lebih baik daripada sebuah cafe atau kedai kopi? Di sana selalu ada obrolan hangat, dan segudang aktivitas bersama. Pada awalnya, cafe atau kedai kopi lebih sebagai tempat pertemuan artis-artis populer, tapi sekarang tempat tersebut semakin menarik dan terbuka bagi lebih banyak kalangan, mulai dari pengusaha, ibu rumah tangga, hingga anak-anak muda. Sejalan dengan itu, trend menjadi barista mulai merebak, berbagai sekolah barista mulai didirikan menarik pecinta kopi dan tenaga-tenaga kreatif baru.

Hari-hari ini di mana pun kita berada, atau apapun yang kita lakukan, kopi tampaknya memanggil kita, ya budaya ngopi!

Kebanyakan orang memiliki alat pembuat kopi, dan ada toko yang khusus menjual kopi saja. Kita begitu dimanjakan oleh pilihan, hingga kadang sulit mengetahui mana kopi untuk diminum, kapan, di mana dan mengapa?

Berbagai sekolah barista memberikan banyak informasi tentang semua biji kopi yang berbeda, dan bagaimana memilih di antara mereka.

Berkembangnya budaya ngopi semakin menggeser trend kopi kemasan, lewatlah sudah hari-hari ketika kita hanya memiliki pilihan antara espresso dan cappuccino. Hari ini kita memiliki berbagai cara untuk minum kopi:

- Latte: Kopi dicampur dengan busa susu berbusa.
- Americano: Dibuat dengan menambahkan air panas ke cangkir dengan kopi espresso di dalamnya.
- Iced Coffee: Kopi dingin dengan sesendok es krim vanila.
- Cappuccino: Secangkir kopi tertutup lapisan busa susu berbusa.
- Skinny Cappuccino: Sama seperti cappuccino, tetapi dibuat dengan susu bebas lemak.
- Flat White: Secangkir kopi dengan susu.
- Espresso: Sangat kuat, dan padat, dengan "crema" (busa kopi di bagian atas). Oleh karena itu, kafe crema adalah nama alternatif untuk espresso Italia.
- Macchiato: Secangkir susu berbusa, diisi dengan kopi espresso.
- Moccachino: Cafe latte dengan cokelat ditambahkan ke dalamnya.
- Frappe. Kopi dengan es, disajikan hitam atau putih.

Dan untuk membuat kopi lebih menarik, banyak negara di seluruh dunia memiliki kopi spesial mereka sendiri, seperti:

Caffe Au Lait: Prancis
Telur Kopi: Vietnam
Kopi Turki: Turki
Café Bombon: Spanyol
Café Cubana: Kuba
Wiener: Wina
Palazzo: USA
Caffe De Ola: Meksiko

Kalo favorit saya adalah cappuccino, yang dibuat dengan biji kopi kualitas terbaik, dan penuh di atas cangkir dengan busa. Gimana dengan kalian..? ayo share di sini
« Last Edit: November 12, 2018, 02:41:52 PM by Administrator »
Moderator Pengamat Kopi Posts: 5 menyeduh adalah hak segala bangsa *****
Re: Budaya Ngopi
« Reply #1 on: November 12, 2018, 02:40:01 PM »
 :) :) :)
Mantap om..
Pengamat Kopi Posts: 3 *
Re: Budaya Ngopi
« Reply #2 on: November 12, 2018, 03:40:08 PM »

Seperti halnya kebanyakan budaya, budaya ngopi tidaklah berbeda. Sekelompok orang yang disatukan oleh kepentingan bersama. Tempat apa yang lebih baik daripada sebuah cafe atau kedai kopi? Di sana selalu ada obrolan hangat, dan segudang aktivitas bersama. Pada awalnya, cafe atau kedai kopi lebih sebagai tempat pertemuan artis-artis populer, tapi sekarang tempat tersebut semakin menarik dan terbuka bagi lebih banyak kalangan, mulai dari pengusaha, ibu rumah tangga, hingga anak-anak muda. Sejalan dengan itu, trend menjadi barista mulai merebak, berbagai sekolah barista mulai didirikan menarik pecinta kopi dan tenaga-tenaga kreatif baru.


Bener banget..

Sekarang industri kopi di seluruh dunia kita mengalami apa yang kita sebut "Gelombang ketiga"

"Gelombang pertama" adalah era dimana orang-orang tua kita dulu minum kopi, yaitu kebanyakan kopi instan sacetan atau kopi blend dengan roasting dark roasted dan giling halus, diseduh dengan mesin rumahan. Budaya ngopi biasanya hanya hidup di daerah tertentu (kaya di aceh dan daerah2 penghasil kopi lainnya)

Lalu gelombang kedua adalah era starbuck, era dimana para individu kopi berevolusi. Orang-orang di berbagai belahan dunia jadi lebih sadar tentang kopi apa yang mereka minum dan tren minuman berbasis espresso seperti latte dan cappuccino dimulai.

Nah, sekarang ini kita bisa dibilang masuk ke "gelombang ketiga" di mana orang-orang dalam kopi menjadi lebih sadar akan kualitas kopi yang mereka beli. Beberapa pelaku industri kopi membangun jaringan perdagangan langsung dengan petani sehingga mereka berkontribusi untuk meningkatkan metode pertanian, mengekspor dll.

Biji kopi dipanggang dengan presisi, dan banyak perawatan yang dilakukan dalam menyiapkan minuman berbasis espresso dan filter. Seiring dengan ini, konsumen juga sadar akan kualitas kopi di kafe. Konsumen tahu apa yang mereka inginkan ketika membeli kopi, lebih dari sebelumnya. Dan mereka juga jauh lebih terdidik. Karena itu hari ini kita bisa menemukan lebih banyak cafe dan lebih banyak konsumen mengunjungi cafe sehingga budaya ngopi semakin tumbuh. Lebih besar dari sebelumnya.

Pengamat Kopi Posts: 2 Taqwa Cerdas Terampil *
Re: Budaya Ngopi
« Reply #3 on: November 12, 2018, 03:46:57 PM »

Kalo favorit saya adalah cappuccino, yang dibuat dengan biji kopi kualitas terbaik, dan penuh di atas cangkir dengan busa. Gimana dengan kalian..? ayo share di sini

V60 om..
Arabica bali kintamani, medium roast ☕️🤤
 :-[